Sunday, May 19, 2019

Review This Book " Grit The power of passion and perseverance " by Angela Duckworth

Penelitian2 yang dilakukan beliau menunjukkan bahwa elemen GRIT (Keuletan) ternyata punya peran amat krusial bagi sukses hidup kita. Kegigihan, Daya juang dan ketekunan untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita itu adalah kunci masa depan hidup sejahtera. Contoh perwujudan GRIT antara lain adalah menulis update blog tiap minggu tanpa henti selama 9 tahun. Jika tak punya daya juang kuat hal itu mustahil. Contoh lain adalah projek menulis buku hingga tuntas atau mengeksekusi ide bisnis hingga menjadi kenyataan dan terus ditumbuhkan hingga berhasil. 

Ada 3 Elemen dalam buku ini yang membantu kita untuk fokus dan konsisten menekuni GOAL untuk terus gigih berjuang.

1. Your Goal is Your Lover

Tujuan atau Impian atau Cita-Cita yang kita kejar mati-matian haruslah merupakan passion atau sesuai yang kita cintai. Impian yang memukau tidak mudah diraih, adabanyak rintangan menghadang dan siap menghempaskan kita dalam jalan kegagalan yang gelap nan kelam. Tanpa rasa Cinta terhadap impian yang ingin diwujudkan, tanpa passion terhadap tujuan yang ingin diraih, maka kita akan mudah terkapar dalam lorong sunyi kekalahan. Rasa cinta kita terhadap cita-cita hidup yang diraih adalah kunci, sebab rasa cinta itu yang akan terus membuat kita melangkah dan tak mudah menyerah.


2. Ada Tujuan dan Target yang Jelas

Saat kita berjuang meraih impian, kita wajib punya tujuan dan target yang jelas. Tujuan bisa dipetakan menjadi dua, yaitu: finansial dan non-financial (Tujuan yang berarti).Contoh: Daya juang dan kegigihan untuk terus belajar karena didorong dua tujuan. Dua tujuan inilah yang membuat kita terus bergerak. Tujuan pertama kita belajar adalah terus menggali berbagi ilmu yang bermanfaat . Tujuan ini yang menyemangati kita untuk terus gigih berjuang. GRIT kami bisa terus tumbuh karena apa yang kami kerjakan dan menjadi passion, digerakkan oleh spirit membawa manfaat dan kebajikan bagi sesama. Tujuan kedua lebih menyangkut target finansial. Kita lebih bersemangat dan terus mau berjuang karena ada Great Financial Reward. Kombinasi Tujuan finansial dan non-finansial akan menjadi penggerak daya juang kita dalam merajut cita-cita yang diangankan. Prof. Angela menulis, GRIT kita akan lebih mekar jika kita yakin hasil dari pekerjaan/bisnis kita bisa membawa manfaat bagi sesama dan alam semesta.

3. Hope

GRIT kita akan mekar jika kita memiliki harapan bahwa apa yang kita kerjakan itu akan berujung sukses. Kita punya harapan bahwa perjuangan kita itu kelak akan membawa hasil yang bagus.  harapan itu akan terus menyala  jika ada Sense Of Progress (Tanda Kemajuan). Kita merasa yang kita kerjakan pelan-pelan berhasil. Sense of progress ini adalah kunci. Kita terus gigih untuk belajar karena dengan belajar kita dapat mengetahui banyak ilmu baru yang belum kita miliki dan mengedukasi diri kita sendiri sehingga dapat terlihat berpendidikan tinggi dimata orang lain,  Contoh sense of Progress yang lain. Tiap bulan Omset Naik. Atau Tiap Tahun bisa rilis satu Produk baru. Intinya: Selalu ada Pergerakan Maju. Sense of Progress ini dapat dilakukan dengan cara memecah GOAL menjadi Small Goal. 


Sumber : http://blog.cahyo.web.id/2016/07/grit-powerof-passion-and-perseverance.html#ixzz5oO5FguVR




Friday, February 15, 2019

LGBT - Komik Gay


LGBT adalah sebuah akronim dari Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender. Istilah yang digunakan pertama kali digunakan yaitu " Homosexual", kemudian pada sekitar tahun 1950 sampai dengan 1960 diubah menjadi "Homofil" dan diubah lagi pada tahun 1970 menjadi "Gay". Pada dasarnya istilah ini memiliki arti manusia yang menyukai sesama jenis kelamin. Berbeda dengan kaum Bisexual dimana, kaum ini memiliki kelainan dari sudut menyukai kedua belah pihak wanita dan pria. Kemudian ada juga Transgender, kaum ini merupakan kaum yang merasa bahwa diri mereka yang sebenarnya bukanlah diri sejati mereka sehingga, kaum ini menganggap bahwa mereka perlu mengganti jenis kelamin yang mereka miliki.

Terbentuknya LGBT disini adalah sebuah keinginan dari keempat kaum tersebut untuk membuat sebuah kesetaraan, agar tidak terjadi perbedaan antara kaum LGBT dan masyarakat normal. Jika dilihat dari sisi agama dimana hal ini sangatlah dilarang karena pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia berpasang - pasangan 1 dengan yang lainnya yaitu pria dan wanita, tetapi dengan adanya hal ini dapat dilihat bahwa adanya kesalahan pola berfikir dan peluapan hasrat yang salah, sehingga dapat tercipta sebuah kaum LGBT ini. Jika dilihat dari segi manusiawi, sebenarnya saling mencintai satu dengan yang lain adalah hal yang wajar, karena pada dasarnya rasa kasih sayang manusia tidak bisa disalahkan, dimana rasa kasih sayang tersebut bisa menjadi sebuah rasa suka dan ingin melakukan hal yang lebih untuk orang tersebut. Untuk saya pribadi seorang kristiani, menurut agama yang saya taati dan saya pelajari hal ini merupakan hal yang salah dan sangat tidak menunjukan sisi kristiani yang baik, karena hal ini telah melanggar kodrat penciptaan Tuhan. Tetapi saya bukanlah orang yang tidak memiliki toleransi, saya memang seorang kristiani tetapi saya lebih melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang beragam dimana jika kita lihat dari sudut pandang kemanusiaan, menurut saya adalah hal yang wajar karena pada dasarnya kaum LGBT juga manusia dimana mereka juga ingin di perlakukan layaknya orang lain.

Bayangkan jika kita ada di posisi mereka, hal ini tidak dapat dihindari dan tidak bisa dikatakan bahwa kita bersalah. Jika kita berada di posisi mereka, maka kita pun ingin adanya kesamarataan kedudukan antara kaum normal dan LGBT. Apabila mereka di perlakukan layaknya manusia yang tidak pantas hidup hanya karena mereka menyukai sesama, maka mereka yang mengatakan dan merendahkan kaum LGBT tidak bisa disebut manusia, karena sebagai manusia yang memiliki nilai tenggang rasa yang cukup baik harusnya kita bisa memperlakukan orang lain dengan perlakuan yang sesuai. Banyak negara yang sudah menyetujui akan eksistensi dari kaum LGBT, saya sayang menyetujui dengan petisi yang dibuat oleh negara - negara lain karena tidak baik membeda - bedakan kondisi seseorang, bukan berarti orang tersebut merupakan kaum LGBT artinya orang itu harus dijauhi dan tidak diperlakukan seperti orang lain. Indonesia yang dikenal dengan sebuah negara yang banyak memiliki budaya dan ras, menjadi salah satu negara yang menolak adanya eksistensi kaum ini. Menurut saya hal ini sangat mengecewakan karena tidak adanya peri kemanusiaan oleh negara ini, hanya mementingkan kaum sendiri dan tidak melihat kaum lain merupakan kekurangan dari negara ini.

Untuk seluruh dunia, LGBT banyak ditanggapi kehadirannya dengan berbagai hal, salah satunya adalah Gay comic atau yaoi manga. Generasi saat ini pasti sangat akrab dengan sebuah cerita bergambar atau biasa disebut dengan komik. Banyak kaum wanita yang memiliki rentang umur tiga belas sampai dengan dua puluh tujuh tahun yang sangat menghargai para kaum gay. Beberapa dari orang tersebut menjadi seorang penulis komik gay, yang ditujukan kepada wanita yang menyukai kaum ini dan para kaum gay. Pada dasarnya alur cerita yang diberikan para penulis rata - rata memiliki alur cerita kisah cinta pada umumnya yang biasa dibaca di komik - komik lain. Perbedaan yang dimiliki hanyalah satu, yaitu alur cerita yang diberikan adalah kisah cinta antara pria dengan pria lain. Hal ini mungkin terdengar aneh bagi orang yang tidak setuju dengan adanya kaum ini, tetapi jika dilihat dengan sudut pandang manusiawi inilah bentuk pengertian dan penyamarataan hak kaum LGBT.

Untuk beberapa karya diterbitkan dari penerbit di Jepang. mungkin akan ada pertanyaan kenapa Jepang, dan kenapa tidak negara lain. Hanya ada satu alasan, karena di negara itu menerima perbedaan daya tarik. Dari komik yang diterbitkan pun banyak yang memiliki alur cerita yang menarik dan bisa dinikmati pembaca. Jika dibaca dengan pemikiran yang terbuka dengan orang lain maka akan dapat melihat bahwa kaum yang saling menyukai sesama jenis ini, mereka tidak memilih untuk suka dengan sesama jenis tetapi sudah datang dari pada saat lahir, kaum ini menjadi seperti keadaan yang sekarang. Yang ingin saya sampaikan adalah terimalah mereka, karena mereka juga manusia dan jangan membeda - bedakan mereka. Untuk masalah bagaimana mereka dihadapan Tuhan, hanya mereka yang bertanggung jawab, tetapi kita sebagai manusia sudah seharusnya kita mengatakan tidak jika diajak ke arah tersebut, dan tetap menghargai bagaimana kondisi mereka apapun yang mereka alami.

Friday, February 8, 2019

"Perjalanan Hidup Saya"

Perkenalkan nama saya adalah Justin Reza. Saya adalah anak pertama dari 2 bersaudara, dimana saya memiliki 2 adik perempuan yang bernama Jasmine dan Ilona. Adik pertama saya berumur 19 Tahun, dia sedang menjalani kuliah di Universitas Pelita Harapan, sedangkan adik kedua saya berumur 15 Tahun dan dia duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 1. Saya lahir di DKI Jakarta, 27 Desember 1997. Saya berasal dari keluarga yang sangat sibuk dimana kedua orang tua saya bekerja untuk mencukupi biaya keseharian keluarga kami. 

Perjalanan hidup saya dimulai dari saat saya untuk pertama kali mengenal manusia lain selain orang tua dan keluarga yaitu saat taman kanak - kanak. Saat itu saya merupakan anak yang pendiam dan kurang bisa bermain dengan banyak orang, karena saya lebih memilih untuk dapat cepat pulang kerumah untuk bermain game, daripada saya harus bermain dengan orang banyak. Singkat cerita masa saya mengalami playgroup berlangsung dengan cepat karena saya dikeluarkan dari TK tersebut karena saya menyakiti anak lain dengan menggigit anak tersebut, karena hal tersebut saya belajar membaca dan menulis di rumah selama 2 Tahun. Saya belajar dirumah semua dengan bantuan Ibu saya dengan cara pembelajaran yang keras.

Sebelum saya melanjutkan cerita perjalanan pendidikan saya, saya akan menceritakan hobby saya. Sejak saya kelas 3 SD saya memiliki ketertarikan terhadap kendaraan bermotor, lebih tepatnya adalah mobil. Saya memiliki ketertarikan terhadap mobil yang didapatkan dari Ayah saya, karena beliau memiliki hobi tersebut. Saya sudah belajar mengendarai mobil sejak saya duduk di kelas 3 SD. proses saya belajar hingga lancar memakan waktu yang cukup lama yaitu sampai kelas 5 SD.

Saat Umur 5 Tahun saya masuk ke Taman Kanak - kanak baru dan saya langsung duduk di bangku TK B selama 1 tahun penuh. Lalu ketika sudah lulus dari Taman Kanak - kanak saya melanjutkan pendidikan saya ke Sekolah Dasar Sumbangsih selama 6 tahun penuh. Di sekolah dasar tersebut saya bukanlah murid cekatan dan pintar, saya lulus dengan NEM yang yang standar dan bisa mencukupi saya untuk dapat masuk ke salah satu sekolah menengah pertama yang memiliki nama di daerah Jakarta Selatan. pada saat masa SMP ini adalah sebuah masa yang sangat tidak bisa saya lupakan. para pembaca mungkin akan mengira bahwa masa SMP saya akan menyenangkan, fakta yang saya hadapi adalah saya mengalami penindasan dari teman sekelas karena saya merupakan siswa yang sangat pendiam. saya mengalami penindasan ini selama satu setengah tahun, hal ini adalah pengalaman yang menjadi pelajaran untuk saya bahwa agar tidak mempercayai terlalu dalam orang - orang yang dikenal.

Saya lulus SMP dengan NEM yang kurang memuaskan dan menyebabkan saya susah masuk ke SMA negeri dimanapun. Alhasil dari tindakan ini maka saya masuk ke dalam salah satu sekolah menengah ke atas yang kurang terkenal. Di SMA ini, tidak seperti orang lain " masa SMA adalah masa yang sangat indah " bagi saya SMA tidak menyenangkan karena banyak hal yang saya ingin capai, dan semua hal tersebut gagal dicapai. saat SMA saya sangat bercita - cita untuk dapat sekolah di Jepang, sehingga saya sangat mendalami segala hal yang dapat membuat saya bisa diterima di beasiswa Jepang ini. Semua pelajaran yang terkait dengan Bahasa Jepang sudah saya pelajari sendiri sejak SMP kelas 2. Saya berhasil meraih satu - satunya murid di SMA tersebut yang mendapatkan nilai untuk mata pelajaran Bahasa Jepang hampir sempurna. Walaupun begitu, tetap saja saya tidak mendapatkan beasiswa tersebut, dan saya harus melanjutkan jenjang pendidikan tingkat lanjut kuliah di Jakarta.

Setelah lulus SMA saya kuliah di UNIKA ATMA JAYA dengan jurusan yang dikatakan adalah keinginan orang tua saya yaitu Fakultas Teknik Prodi Industri. Saat itu saya tidak terlalu memikirkan masa depan yang akan saya hadapi kedepan, karena tidak banyak orang yang perduli kecuali keluarga saya. Di fakultas ini saya menemukan apa yang saya ingin jadikan masa depan saya yaitu teman sekelas saya. Awal yang buruk membuat Indeks prestasi Semester 1 saya rendah, tetapi karena seseorang ini saya terus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik untuk saat yang akan datang. Dan di semester 8 ini saya sangat bersyukur dengan keadaan yang saya miliki, dan saya sudah menemukan pula tujuan hidup saya dan bagaimana dan cara untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.